Cara Menciptakan Sangkar Ayam Kampung - Bab Iii: Peralatan Dan Perlengkapan Kandang

Setelah membicarakan dua cara menciptakan sangkar ayam kampung, yakni soal kelayakan kandang dan jenis-jenis kandang, sampailah kita pada topik sangkar ayam terakhir, yakni peralatan dan perlengkapan kandang. Peralatan dan perlengkapan sangkar pada dasarnya sama dengan pembangunan sangkar itu sendiri. Biaya harus ditekan, namun tetap sanggup menyesuaikan dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Harganya murah 
  2. Konstruksi sederhana sehingga gampang dibersihkan
  3. Berguna dan bermanfaat bagi ayam
  4. Tahan lama, sehingga biaya penyusutan tidak begitu besar
  5. Bisa dibongkar pasang dan mobile

Nah, dari kriteria diatas, sedikitnya ada 5 jenis peralatan dan perlengkapan sangkar yang kita butuhkan.

Tempat pakan ayam

 Setelah membicarakan dua cara menciptakan sangkar ayam kampung Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian III: Peralatan dan Perlengkapan Kandang

Jika Anda akan beternak ayam dengan sistem umbar di dalam satu sangkar ayam besar, lebih baik gunakan kawasan pakan yang biasa digunakan oleh peternakan ayam broiler komersial. Biasanya bentuk menyerupai tabung berkapasitas 5 kg. Sebutannya poultry shop. Bisa dibeli di toko-toko pakan ayam. Namun, jikalau ingin membuatnya sendiri juga bisa. Memakai bambu. Biaya produksi sanggup ditekan.

Tempat minum

Ayam kampung membutuhkan air minum dua kali lebih banyak dibandingkan tunjangan pakannya. Ini untuk menjaga stabilitas panas yang ada di dalam tubuhnya. Karena itu, kawasan minum yang menampung air sangat vital. Tempat minum sanggup dibeli toko-toko pakan, atau dibentuk sendiri. Terserah pilihan Anda.

Sangkar ayam (petarangan)

Sangkar (petarangan) mempunyai kegunaan untuk kawasan bertelur dan mengerami telur. Untuk menghemat biaya produksi sanggup juga menggunakan kardus, alasnya sanggup menggunakan besek bekas kenduri. Sebaiknya sangkar dibentuk seredup mungkin, sanggup dipindahkan dengan mudah, sejuk, mempunyai sirkulasi udara yang baik, serta nyaman untuk ayam. Sangkar sanggup dibentuk secara berkoloni dengan ukuran per unit sangkar selebar 0,6 m. Sedangkan, panjangnha sanggup diubahsuaikan dengan panjang sangkar yang dibuat.

Peralatan penunjang

Peralatan ini keberadaannya butuh tak butuh tapi harus ada. Sebab, peralatan penunjang ini berfungsi untuk membersihkan sangkar ternak ayam. Bentuknya berupa drum, ember, sapu lidi, sekop, serta cangkul garpu.

Peralatan brooding (pemanas)

Peralatan pemanas digunakan untuk membesarkan anak ayam kampung mulai menetas hingga usia tiga ahad atau bulu tumbuh sempurna. Alat pemanas sanggup berupa sangkar box yang dilengkapi lampu berdaya 40-100 watt - tergantung iklim dan kapasitas anak ayam kampung.

Demikian, cara menciptakan sangkar ayam secara teknis yang sanggup kami paparkan. Adapun kurang lebihnya sanggup Anda tambahkan dan improvisasi sesuai tumpuan budidaya ayam yang Anda miliki.






Tips Menentukan Bibit Ayam Kampung Pedaging

Oke, kita sudah membicarakan kandang ayam kampung di tiga artikel sebelumnya. Karena itu, kita bergerak ke langkah selanjutnya yaitu menentukan bibit ayam - yang dimaksud ialah anak ayam kampung.

Bibit ayam kampung memainkan peranan penting dalam kesuksesan perjuangan beternak ayam kampung skala rumahan. Ada dua jenis ayam yang sanggup bedakan secara global disini: ayam kampung petelur dan pedaging. Kedua bibit ayam ini mempunyai cara serta penanganan yang berbeda.

Bagaimana tips memilihnya, berikut pemaparannya.

 kita bergerak ke langkah selanjutnya yaitu menentukan bibit ayam  Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Pedaging

Bibit ayam kampung pedaging sanggup diambil dari DOC ayam petelur, kalau Anda menggunakan metode mulai dari penetasan. Yang patut diingat ialah pilih DOC ayam pedaging hanya dari jenis kelamin jantan.

Kenapa?

Alasannya, ayam jantan relatif lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan ayam betina.

Namun, untuk menentukan bibitnya, terapkan tips berikut, yakni:

  1. Pilih bibit ayam yang secara genetik mempunyai produktivitas daging lebih tinggi. Ini sanggup didapat dari ayam Bangkok, ayam nunukan, ayam pelung.
  2. Pilih bibit ayam yang sehat dan lincah.
  3. Pilih bibit ayam yang unggul.
  4. Jika membeli bibit ayam dari perusahaan pembibitan, cari dulu informasinya mengenai perusahaan tersebut baik-buruknya. Perusahaan yang telah berpengalaman akan menyediakan bibit ayam yang unggul.
-------

Sekadar catatan: admin pernah membeli bibit ayam dari perusahaan pembibitan yang tanpa mengetahui warta perusahaan. Hasilnya? Bibit yang admin sanggup campur-campur. Ada ayam arab, ayam kampung, ayam broiler, bahkan ayam kate.

Tips Menentukan Bibit Ayam Kampung Petelur [1]

Memilih bibit ayam kampung petelur berbeda dengan memilih bibit ayam kampung pedaging. Ada tiga hal yang seyogyanya diperhatikan oleh peternak, adalah ayam betina, ayam jantan, dan anak ayam (DOC). Tapi, dalam artikel kali ini, kita hanya akan mengulas menentukan bibit ayam betina dan ayam jantan. Untuk menentukan bibit anak ayam (DOC), dapat disambung pada artikel berikutnya.

Nah, bagaimana menentukan bibit ayam petelur?

Memilih Bibit Ayam Betina Petelur

Dalam perjuangan beternak ayam kampung, khususnya petelur, memang bibit ayam betina harus diperhatikan. Sebab, ini merupakan salah satu kunci sukses beternak ayam. Paling tidak demi menghindari kerugian dan menghindari bibit ayam afkir yang telah berkurang produktivitasnya. Adapun cara menentukan bibit ayam betina petelur, antara lain:

  1. Pilih ayam kampung betina dari jenis ayam petelur unggul, menyerupai ayam arab, ayam sentul, ayam nunukan, dan ayam kedu. Jenis ayam ini dikenal mempunyai keunggulan soal produktivitas telur yang tinggi dibanding ayam kampung lainnya.
  2. Pilih yang ciri-ciri fisiknya bagus. Seperti kepala halus, mata higienis dan terang, muka tidak terlalu lebar, jengger serta pial tidak kasar, paruh pendek dan bersih, serta sayap berpengaruh dengan bulu yang tumbuh merata dan mengkilap.
  3. Pilih yang di usia sekitar 5 bulan mempunyai bobot 1,2-1,75 kg dengan tubuh besar dan perut lebar.
  4. Perhatikan pula jarak antartulang pubis (3 jari) dan jarak antara tulang dada dengan tulang pubis (4-5 jari). Cara ini dikenal akurat untuk menyeleksi bibit ayam betina petelur. Perhatikan gambar!

Memilih Ayam Pejantan

Walaupun ayam betina memegang peranan kunci untuk kesuksesan ternak ayam kampung. Namun, jangan juga kecilkan kiprah ayam ahli yang bertugas membuahi sel telur ayam betina. Sehingga, hasil produktivitas telur nantinya lebih besar, lebih bagus, dan lebih berkualitas. Bagaimana menentukan pejantan yang bagus?

  1. Pilihlah ayam jantan sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhan produksi ayam pedaging, dapat dipilih ayam pelung atau ayam bangkok. Sementara, untuk kebutuhan produksi ayam petelur, dapat dipilih ayam arab atau ayam kedu.
  2. Perhatikan pula ciri-ciri fisiknya. Seperti tulangan yang kokoh, sayap yang kuat, bulu yang tumbuh secara merata dan mengkilap, paruh pendek dan kuat, jengger dan pial berwarna merah, tulangan kaki tegak, jari-jari terbuka lebar, sisik kaki teratur, taji dapat runcing dapat kecil dapat pula berbentuk biji jagung.
  3. Berbobot 1,5-2,25 kg di usia 8-12 bulan.

Tips Menentukan Bibit Ayam Kampung Petelur 2

Untuk perjuangan ayam petelur, biasanya para peternak ayam kampung petelur lebih memilih bibit ayam betina yang siap bertelur daripada memulainya dari anak ayam (DOC). Meski begitu, patut pula disampaikan cara memilih bibit ayam petelur dari DOC.

Namun sebelum ke sana, DOC yang dipilih hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Gerakannya lincah
  2. Sehat dan terang indukannya
  3. Bulu DOC halus dan kering dengan dubur yang kering
  4. Mata bula bercahaya, kaki berpengaruh dan dapat bangun sendiri
  5. Ketika masa brooding ayam tak selalu mendekati sumber panas

Apabila syarat-syarat diatas terpenuhi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa DOC sehat. Sehingga, dapat berlanjut ke langkah berikutnya yaitu membedakan jenis kelamin. Sebab, nantinya bibit ayam kampung yang diambil yaitu ayam betina.

Ada dua cara untuk membedakan jenis kelamin, yaitu melihat pecahan kloaka dan pengamatan fisik.

 biasanya para peternak ayam kampung petelur lebih  Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur 2

Pengamatan pecahan kloaka

  1. DOC yang akan dicek jenis kelaminnya dipegang dengan tangan kanan.
  2. Lehernya diapit jari tengah dan manis.
  3. Badan DOC diarahkan ke bawah, sementara perut pecahan bawah diraba menggunakan jempol dan kelingking tangan kiri.
  4. Punggung DOC diketuk biar kotorannya keluar dari kloaka.
  5. Bagian bawah anus ditekan dan telunjuk diletakkan di pecahan kloaka.
  6. Buka lubang kloaka biar pecahan dalamnya menonjol keluar.
  7. Amati secara seksama pecahan kloaka apakah ada titik. Jika ada, dapat dipastikan bahwa DOC yang sedang dicek berjenis kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya.

Nb. Cara ini dapat diterapkan pada DOC anak ayam kampung yang berusia tidak lebih dari 2 ahad semenjak menetas.

Pengamatan fisik

  1. Ayam jantan bentuk tubuhnya lebih besar, tinggi, padat, gagah. Sedangkan, ayam betina bentuk tubuhnya lebih pendek dan lembek.
  2. Ayam jantan matanya lebih bercahaya, sementara ayam betina cahaya matanya lebih lemah.
  3. Pertumbuhan badan dan bulu ekor ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina yang notabene lebih lambat dan bulu tumbuh merata.
  4. Anak ayam jantan dan betina memang lincah tapi ayam jantan suaranya lebih nyaring.

Mengenal Bentuk Dan Jenis Pakan Ayam Kampung

Salah satu faktor penentu kesuksesan ternak ayam kampung yakni pakan. Karena itu, pengetahuan wacana pakan mutlak diketahui oleh para peternak dan bahkan calon peternak. Sebaiknya pengetahuan ini didapat sebelum calon peternak terjun pribadi ke lapangan.

Tujuan pengetahuan ini yakni calon peternak memahami cara meracik (menyusun) pakan ayam sesuai kebutuhan usia atau bobot. Dengan begitu, nantinya tidak hanya bergantung dengan pakan yang ada di pasaran. Namun, sanggup memanfaatkan “limbah manusia” yang ada di sekitar lingkungan. Kalau sudah begitu biaya operasional pun sanggup ditekan.

 Salah satu faktor penentu kesuksesan ternak ayam kampung yakni pakan Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam Kampung

Bentuk Pakan

Selama ini di kalangan peternak ayam kampung dikenal tiga ragam bentuk pakan, yaitu: tepung halus, pelet, dan remah (crumble). Mari simak penjelasannya berikut ini.

Pakan tepung halus yakni pakan yang didapat dari hasil penggilingan tanpa dipadatkan. Saat diberikan kepada ayam, nantinya, pakan ini dicampur dengan materi pakan lainnya sehingga menjadi homogen. Pada umumnya, ayam yang diberi makan dengan pakan tepung yakni ayam berumur kurang dari seminggu. Lebih dari itu biasanya menggunakan pakan remah atau pelet. Keuntungan pakan tepung yakni harganya yang murah. Sementara kerugiannya yakni pakan gampang dikais oleh ayam dan pencampuran yang tidak merata sehingga ada pemisahan materi yang menjadikan ketidakseimbangan nutrisi yang akan dikonsumsi oleh ayam.

Pakan pelet merupakan materi pakan yang digiling lalu dipadatkan. Keuntungan dari bentuk pakan ini yakni sangat disukai ayam, alasannya yakni meningkatkan selera makan. Di samping, sanggup menekan tingkat pemborosan pakan. Karena itu, efisiensi pakan pelet jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pakan tepung.

Pakan remah (crumble) pada umumnya didapat dengan cara memecah pakan pelet menjadi butiran-butiran kecil (remah). Peternak biasa menawarkan pakan ini untuk ayam umur 2 ahad hingga panen.

Jenis Pakan

Tentu jumlah kandungan dalam pakan yang diberikan untuk ayam dibedakan sesuai umur, bobot, serta tujuan produksi. Mengacu pada hal tersebut, ada dua jenis pakan yang dikenal secara umum di kalangan peternak, yakni: pakan untuk tujuan pembesaran dan pakan untuk tujuan teluran. Berikut penjelasannya.

Pakan untuk tujuan pembesaran (ayam kampung pedaging) terbagi menjadi dua bagian. Pertama, pakan untuk ayam umur 0-28 hari yang disebut stater; kedua, pakan untuk ayam berumur 28 hari lebih hingga masa panen (bobot sekitar 800 gram – 1 kilogram) yang disebut grower atau finisher.

Sedangkan, pakan untuk teluran (ayam kampung petelur) sanggup menggunakan pakan yang disebut layer. Pakan ini juga biasa dipakai sebagai pakan ayam ras petelur. Selain menggunakan layer, peternak juga sanggup meracik sendiri pakan khusus – dengan catatan pakan racikan khusus ini mempunyai kandungan protein sebesar 16-17 persen.

Demikian artikel "Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam Kampung". Dalam artikel selanjutnya, kita akan melanjutkan ulasan mengenai pakan wacana ragam materi pakan yang sanggup digunakan.

4 Materi Pakan Ayam Kampung Yang Mengandung Sumber Energi


Pengetahuan ini nantinya sanggup bermanfaat sebagai ajaran dalam menciptakan pakan ternak ayam kampung. Untuk artikel pertama ini, kita akan mengulas 4 materi pakan ayam kampung yang mengandung sumber energi. Mari simak apa saja itu.

1. Dedak

 Setelah kita mengenal bentuk dan jenisnya 4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Dedak yang berasal dari limbah olahan padi ini sangat cocok dijadikan materi pakan (biasa disebut juga bekatul). Sebab, kandungan energi metabolismenya berkisar antara 700-2.500 kkal/kg dan kandungan seratnya 12%. Kandungan tersebut cukup tinggi sebagai materi pakan. Berbeda dengan ayam ras yang pemakaiannya dibatasi antara 5-10%, materi pakan ini sanggup digunakan untuk ayam kampung maksimal 65%.

2. Onggok

 Setelah kita mengenal bentuk dan jenisnya 4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Onggok yang berasal dari limbahan olahan singkong menjadi tepung tapioka ini cukup banyak juga kandungan metabolismenya 2.956 kkal/kg. Namun, pemakaian maksimalnya dibatasi hanya 5-10% saja.

3. Pollard

 Setelah kita mengenal bentuk dan jenisnya 4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Pollard yang merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu ini juga cocok dijadikan materi pakan ayam kampung (biasa disebut dedak gandum). Namun, harap dicatat, penggunaannya mesti sangat dibatasi. Ya, meskipun kandungan energi metabolismenya berkisar antara 1.140-2.600 kkal/kg, tapi kandungan serat yang dimilikinya sanggup menciptakan ayam mencret.

4. Jagung Kuning

 Setelah kita mengenal bentuk dan jenisnya 4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Di Indonesia dikenal tiga jenis jagung, yakni: jagung merah, jagung putih, dan jagung kuning. Tapi, jagung kuning-lah yang mempunyai kandungan nutrisi paling besar dibandingkan dua lainnya. Sementara itu, kandungan metabolismenya mencapai 3.360 kkal/kg. Sayangnya, harganya tidak mengecewakan mahal (terlebih bila digunakan peternak ayam pemula). Karena itu, pemakaiannya dibatasi 20-40% saja dari total ransum. Demi penghematan.

5 Materi Pakan Ayam Kampung Yang Mengandung Sumber Protein

5 Materi Pakan Ayam Kampung Yang Mengandung Sumber Protein
Apa saja bahan-bahan itu?

Ikan Rucah


Ikan Rucah merupakan limbah ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak sanggup dimakan manusia. Daripada dibuang, maka dimanfaatkan untuk materi pakan ternak ayam kampung. Kandungan protein yang dimiliki banyak, yaitu 41-51%. Bahan pakan ini sanggup digunakan antara 5-15% dari total campuran.

Bungkil kelapa

Bungkil kelapa merupakan limbah olahan kelapa menjadi minyak kelapa. Kandungan protein yang dimiliki bungkil kelapa ialah 20-21% dan energi metabolisme 1.890 kkal/ kg. Bahan ini sanggup didapat dipasar dengan harga yang murah. Karena itu pemakaiannya sanggup sebesar 5-12%.

Ampas Tahu

Ampas tahu merupakan limbah olahan kedelai menjadi tahu. Kandungan protein materi pakan ini ialah sebesar 23-60%. Untuk dijadikan materi pakan, ampas tahu sanggup eksklusif digunakan segar yang gres dibeli dari pasar atau dikeringkan dulu. Jika dikeringkan harus diolah dulu. Caranya, diberi ragi tempe semoga terjadi fermentasi selama 2-3 hari.

Keuntungan ampas tahu yang dikeringkan:
  1. Lebih awet
  2. Protein lebih tinggi
  3. Meningkatkan daya cerna
  4. Meningkatkan palabilitas

Tepung daun lamtoro

Daun lamtoro yang sudah berbentuk tepung juga cocok digunakan untuk materi pakan. Karena daun lamtoro mengandung protein yang cukup tinggi dan xantofil. Sehingga, baik untuk menguningkan kaki dan kulit ayam kampung.

Ampas kecap

Ampas kecap berasal dari limbah olahan kedelai menjadi kecap. Meski mengandung protein sebesar 24,9%, pemakaian materi pakan ayam ini harus dibatasi. Hal ini alasannya ialah materi pakan ini mengandung lemak tinggi sebesar 24,3%. Lemak yang tinggi sanggup menyebabkan ransum sanggup dengan gampang teroksidasi, sehingga menjadi lebih gampang tengik.

6 Langkah Menciptakan Formulasi Pakan Ayam Kampung Fase Starter (Usia 1-28 Hari)

Salah satu kunci sukses beternak ayam kampung yang harus dimiliki setiap calon peternak ialah kemampuan menciptakan formulasi pakan. Sebab, kalau mengandalkan pakan yang disediakan di pasaran harganya cukup menguras kantong. Karena itu, harus pintar-pintar mengelola pakan semoga tidak menjebol keuangan tapi tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ayam. Caranya ya dengan menciptakan formulasi sendiri.

Bagaimana caranya?


Pakan ayam kampung fase starter mulai diberikan kepada ayam semenjak umur 1 hari hingga 28 hari (4 minggu). Ayam usia ini membutuhkan protein dan energi yang berbeda dengan fase finisher. Adapun kebutuhan protein dan energinya ialah sebagai berikut (lihat tabel 1)

Tabel 1. 

Sumber tabel: Erick Erlangga, S.Pt., Sukses Beternak Ayam Kampung di Pekarangan Rumah, Jakarta: Pustaka Agro Mandiri, 2013, hlm. 49.

Sesudah kita mengetahui kebutuhan protein dan energi yang diharapkan oleh ayam usia 1-28 hari. Langkah selanjutnya ialah menciptakan formula ransum dengan bahan-bahan ransum yang diinginkan.

Contohnya: Kita mau menciptakan ransum sebanyak 100 kg dengan bahan-bahan dasar yaitu dedak padi, bekicot, jagung kuning, tepung daun lamtoro, ampas tahu, bungkil kelapa, onggok, dan tepung ikan. Kemudian buatlah ransum ayam dengan kandungan protein sebesar 18,5-19,5% dan kandungan energi sebesar 2.700-2.950 kkal/kg.

Langkah pertama,

Ketahui terlebih dulu kandungan nutrisi setiap bahan. Coba lihat dulu tabel 2.

Tabel 2.
Sumber tabel: Erick Erlangga, S.Pt., Ibid, hlm. 50.

Langkah kedua,

Pisahkan materi ransum menjadi dua kelompok, yaitu protein basal (dedak padi, jagung, dan onggok) serta protein perhiasan (ampas tahu, bungkil kelapa, tepung bekicot, tepung lamtoro, dan tepung ikan).

Catatan Penggunaan:
Dedak padi digunakan dua kali lebih banyak daripada materi lainnya di kelompok protein basal.
Pemakaian materi protein dari binatang dua kali lebih banyak dibandingkan materi nabati di kelompok protein suplemen.

Langkah ketiga,

Menghitung rata-rata protein dari setiap kelompok protein. Caranya PK x penggunaan.

Protein Basal
Dedak padi = 13,6% x 2 = 27,2%
Jagung kuning = 9% x 1 = 9%
Onggok = 2,84% x 1 = 2,84%
Total = 39,04%

Jumlah total lalu dibagi 4 bagian, sehingga 9,76% atau 0,097

Protein Suplemen
Ampas tahu = 26,6% x 1 = 26,6%
Bungkil kelapa = 20,5% x 1 = 20,5%
Tepung bekicot = 60,9% x 2 = 121,8%
Tepung lamtoro = 23,2% x 1 = 23,2%
Tepung ikan = 53% x 2 = 106%
Total = 298,1%

Jumlah total lalu dibagi 7 bagian, sehingga 42,58% atau 0,425

Langkah keempat, 

Membuat persamaan aljabar. Misalnya X = kelompok protein basal dan Y = kelompok protein suplemen. Maka persamaannya adalah

X+Y = 100 (100 ialah jumlah pakan yang akan dibentuk (dalam kg). Ini lalu disebut persamaan 1).
0,097 X + 0,425 Y = 19,5 (19,5 ialah persentase protein ransum, selanjutnya disebut dengan persamaan 2).

Langkah kelima,

Melakukan eliminasi diantara kedua persamaan tersebut. Tapi, sebelumnya kalikan persamaan pertama dengan angka 0,425. Kemudian persamaan 1 dikurangi persamaan 2.

0,425 X + 0,425 Y = 42,5
0,097 X + 0,425 Y = 19,5

Sehingga menjadi 0,328 X = 23 --> X = 23/0,328 = 70,12

Setelah mendapat X. "X" disubtitusikan dengan persamaan 1, yaitu:
X + Y = 100
70,12 X + Y = 100
Y = 100 - 70,12
Y = 29,88

Dari perhitungan di atas, didapatkan komposisi materi makanan ayam kampung diharapkan materi protein basal sebanyak 70,12% dan protein perhiasan sebanyak 29,88%. 

Langkah keenam,

Menghitung setiap komposisi materi pakan yang akan digunakan dalam menyusun ransum ayam kampung dari nilai X dan Y yang telah diperoleh dari tahap sebelumnya.

Komposisi Bahan Protein Basal
Dedak padi = 2/4 x 70,12% = 35,06%
Jagung kuning = 1/4 x 70,12%= 17,53%
Onggok = 1/4 x 70,12% =17,53%

Komposisi Bahan Protein SuplemenAmpas tahu = 1/7 x 29,88% = 4,27%
Bungkil kelapa = 1/7 x 29,88% = 4,27%
Tepung bekicot = 2/7 x 29,88% = 8,54%
Tepung lamtoro = 1/7 x 29,88% = 4,27%
Tepung ikan = 2/7 x 29,88% = 8,54%

Demikianlah, 6 langkah cara menciptakan formulasi pakan untuk ternak ayam kampung. Semoga bisa membantu. Bila ada pertanyaan, sila berkomentar di box.

Kisah Sukses Beternak Ayam Kampung Omzet Ratusan Juta Tiap Bulan

Kebanyakan orang masih menganggap beternak ayam kampung sebagai perjuangan sampingan saja. Padahal kalau cara beternak ayam kampung betul, bukan mustahil bisa menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah tiap bulannya. Sebagaimana pengalaman Bambang Krista asal Bekasi ini.


Semuanya berawal dari tahun 1990-an, di mana Bambang mulai menggeluti bisnis ternak ayam tersebut. Mengawali karier dengan ayam broiler, balasannya lulusan Fakultas Peternakan Undip Semarang ini tetapkan beralih ke ayam kampung. Peralihan itu disebabkan kondisi krisis 1998 yang mengguncang kondisi penjualan ayam broiler, di mana harga pakannya naik drastis mengikuti harga tukar dolar ketika itu.

Akibatnya, banyak peternak yang kehabisan modal lantaran harga jual pun ternyata jatuh. “Waktu itu ekonomi lagi sulit, orang beli beras saja sudah bagus,” ucapnya. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat laki-laki kelahiran 5 Oktober 1963 di Solo ini untuk bangun kembali bersama dengan bisnis peternakan ayam.


Pada tahun 2005 Bambang memulai perjuangan DOC (day old chicken) atau ayam umur sehari. DOC juga dikenal sebagai pithik di kalangan masyarakat Jawa. Pada lahan seluas tiga hektare, perjuangan tersebut menyasar segmen pasar secara umum. Baik itu pengusaha yang berniat melaksanakan diversifikasi, ataupun para calon pengusaha ayam kampung yang ingin belajar.

Dalam usahanya, laki-laki asal Solo ini memiliki tiga produk utama, yaitu DOC, telur, dan ayam konsumsi. DOC juga sanggup dibagi dua, yaitu kelas super dan kelas murni. Sedangkan, ayam konsumsi sanggup dibagi dua, yaitu dalam kondisi hidup ataupun kondisi siap yang diolah. “Untuk DOC yang kelas super itu, berarti ayam dari hasil persilangan dengan banyak sekali jenis,” jelasnya ibarat dilansir Sindonews.com.

Bambang juga menjelaskan kalau di peternakannya dalam seminggu produksi DOC sanggup mencapai 40.000, lalu telur bisa mencapai 10.000 butir. Sedangkan, produksi ayam konsumsi bisa melayani 1.500 per hari. “Suplai ayam konsumsi untuk perjuangan ayam goreng di Jabodetabek,” ujarnya.

Dengan harga jual untuk DOC sebesar Rp4.000– 5.000 per ekor, Rp1.200–1.500 per butir untuk telur, dan Rp25.000 Rp35.000/kg untuk ayam konsumsi, serta Rp28.000/kg untuk ayam hidup. Walaupun sempat berat di awal usahanya akhir sulitnya mencari proteksi dalam memulai perjuangan ayam kampung ini, sekarang ia boleh berbangga dengan omzetnya dalam sebulan yang bisa menembus Rp400 juta.

Kondisi ini tentu saja berbeda dengan dulu, bahkan sekarang semakin banyak proposal banyak sekali bank untuk meminjamkan modal perjuangan kepadanya. Sebelum bermetamorfosis produk DOC, Bambang menentukan memulai usahanya dengan produk telur ayam kampung. Pemilihan untuk berawal dari telur lantaran telur lebih kondusif dibanding ayam, sehingga cantik kalau kita gres merintis usaha.

Produk telur sanggup disimpan hingga jangka waktu tiga minggu, berbeda dengan ayam yang harus segera dijual kalau tidak mau pembeli lari lantaran berat ayam yang tidak sesuai seruan sedangkan telur cukup hanya dengan mengawasi kondisi daerah penyimpanan. Keuntungan lainnya yaitu kita tidak perlu memperhatikan berat telur ibarat ayam, jadi lebih gampang dalam mengelolanya.

Dalam perkembangannya alumnus Undip ini melihat peluang yang sanggup dimanfaatkan. Hal tersebut ia sadari lantaran masih sedikit pengusaha ayam yang mau menggarap breeding farm ayam kampung lantaran itu berarti pengusaha hanya mendapat uang receh. Karena, konsumen ayam kampung memang masih berada dalam skala menengah, dengan tingkat seruan 300–500 ekor.

Berbeda dengan bisnis ayam broiler di mana pasar sudah terbentuk mapan untuk konsumsi skala besar. Kondisi tersebut sering dianggap tidak efektif bagi banyak pengusaha, sehingga malas untuk menggarapnya. Sementara, Bambang tetap optimistis untuk menggarap pasar breeding farm ayam kampung tersebut dan untuk itu ia harus sedikit repot dan sabar mengurusi seruan dari banyak sekali lokasi.

Kondisi tersebut menciptakan ia harus membina pelanggannya hingga balasannya ketika ini ia memiliki pembeli yang secara rutin membeli 4.000 ekor DOC setiap minggunya. “Walaupun ini uang receh, tapi kalau dikumpulkan yalumayan juga,”ucapnya.

Pembinaan pelanggan ini betul-betul ia seriusi, hal ini sanggup terlihat dengan diterbitkannya beberapa buku mengenai pengelolaan perjuangan ayam kampung oleh Bambang Krista. Membuat buku dan mengadakan training ternyata menjadi sarana promosi yang efektif hingga ketika ini.

Kegiatan tersebut menunjukkan laba dalam dua arah, bagi Bambang dan juga pelanggannya. Kegiatan tersebut berarti membuka peluang seluasluasnya bagi semua orang yang ingin mencoba perjuangan ternak ayam kampung.

Masih sepinya pasar breeding farm ayam kampung ini juga diakibatkan kebijakan pemerintah yang menjaga korporasi besar untuk tidak turut bermain dalam ternak ayam kampung. Jika pemodal besar ikut bermain, maka sanggup dipastikan para peternak lokal tidak akan bisa mengontrol harga produk di pasar.


Cara Menciptakan Sangkar Ayam Kampung - Bab Ii: Jenis Kandang

Setelah menilai kelayakan kandang, langkah selanjutnya dalam menciptakan sangkar ialah memilih jenis kandang. Dalam beternak ayam kampung, tentu kita membutuhkan kandang. Secara umum dikenal 2 jenis kandang ayam, yaitu: kandang postal dan kandang panggung.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak klarifikasi berikut.

Kandang postal

 langkah selanjutnya dalam menciptakan sangkar ialah memilih jenis sangkar Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian II: Jenis Kandang
Istilah lain yang dapat digunakan untuk menyebut sangkar postal ialah litter system. Sistem sangkar ayam kampung ini diadopsi dari sistem sangkar untuk budidaya ayam broiler (breeder), dimana tingkat kepadatan 6-7 ekor/m2.

Idealnya, sangkar ini digunakan untuk pembesaran ayam kampung - dipelihara sampai mencapai bobot konsumsi (0,8-1,2 kg). Biasanya, sangkar postal mempunyai ketinggian 2,4 m.

Kandang panggung

 langkah selanjutnya dalam menciptakan sangkar ialah memilih jenis sangkar Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian II: Jenis Kandang
Selain sangkar postal, ada juga jenis sangkar lain yang disebut sangkar panggung. Jenis sangkar ini umumnya dibangun di dataran rendah atau tempat yang bawahnya lembap (kolam ikan dan sawah). Istilah penyebutannya ialah longyam (balong ayam).

Karena dibangun di dataran rendah, sangkar panggung untuk budidaya ayam mempunyai sirkulasi udara yang lebih baik. Udara dapat masuk melalui samping dan bawah. Sehingga temperatur di dalam sangkar dapat disesuaikan. Ternak ayam kampung pun dapat merasa nyaman berada di dalamnya.

Lantai jenis kandang ayam kampung ini umumnya terbuka (sistem slat), yang terbuat dari bambu atau kayu reng dengan kerenggangan 2,5 cm. Tujuannya memudahkan udara masuk dari sela-sela lantai.

-------
Note: sangkar tentu saja harus diubahsuaikan dengan kondisi lingkungan dan kondisi lahan yang Anda miliki. Tidak menutup kemungkinan Anda cara menciptakan sangkar ayam kampung dengan gaya sendiri.

Cara Menciptakan Sangkar Ayam Kampung - Bab I: Kelayakan Kandang

Kandang ayam dapat diibaratkan mirip rumah manusia. Karena itu, dalam pembuatannya perlu dipikirkan mengenai kenyamanan, keamanan, dan kelayakannya. Sehingga, ayam dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Cara menciptakan sangkar ayam kampung pun tak harus anggun serta mahal. Peternak cukup memperhatikan tiga syarat berikut, yaitu kelayakan kandang, peralatan dan perlengkapan kandang, serta jenis-jenis kandang.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas syarat pertama lebih dulu.

Kelayakan kandang

Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk memenuhi syarat kelayakan kandang. Diantaranya yakni ukuran kandang, letak dan arah kandang, dan konstruksi kandang.

 dalam pembuatannya perlu dipikirkan mengenai kenyamanan Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian I: Kelayakan Kandang

1. Ukuran kandang

Biasanya ukuran sangkar ditentukan oleh besar-kecil modal yang dimiliki peternak. Namun, alasannya kita mengacu pada cara beternak ayam kampung di pekarangan rumah, maka kita mengacu pada ukuran pekarangan rumah yang kita miliki dan jangan memaksakan.

Taruh contoh, pekarangan yang kita miliki luasnya 25 m2, kita dapat membangun sangkar berukuran 10 m2. Adapun ayam kampung yang dapat dipelihara di lahan tersebut yakni sebanyak 70-100 ekor.

2. Letak dan arah kandang

Usahakan untuk meletakkan sangkar sejauh 10 m dari perumahan penduduk atau rumah kita sendiri. Hal ini bertujuan semoga saat ayam terjangkiti penyakit, maka tidak menyebar eksklusif ke manusia.

Selain itu, syarat arah sangkar yang baik yakni mengarah ke arah timur dan barat. Atau setidaknya, terkena sinar matahari langsung. Ini semoga ternak ayam kampung terjaga kesehatannya. Sinar matahari membantu metabolisme kalsium, sehingga kesehatan tulang ayam akan terjaga.

3. Konstruksi sangkar

Berbicara konstruksi sangkar untuk budidaya ayam kampung, peternak tidak perlu membeli semuanya baru. Sebisa mungkin menekan biaya pembuatan sangkar dengan memanfaatkan limbah bekas bangkit rumah, mirip triplek, papan kayu cor, bambu dan sebagainya.

Namun, sebaiknya konstruksi sangkar tetap harus dibangun sebaik mungkin. Tujuannya tahan lama.

a. Atap kandang
Bahan yang digunakan untuk atap sangkar dapat juga menggunakan terpal, ijuk, seng, rumbai, dan asbes. Untuk kebutuhan ini tak perlu materi yang bagus. Cukup pilih materi yang bagus, tapi dapat dari materi bekas.

b. Dinding kandang
Bahan yang digunakan untuk dinding sangkar juga dapat menggunakan materi bekas. Seperti anyaman bambu, bilah bambu, ram kawat, dan triplek.

c. Lantai kandang
Sebaiknya lantai sangkar memang dibentuk dari semen untuk memudahkan sanitasi. Kalaupun terpaksa tidak disemen, lantai sangkar dilapisi oleh adonan sekam, serbuk gergaji, dan kapur dengan ketinggian sampai 5 cm. Tujuannya semoga lantai sangkar dapat menyerap air. Sehingga, lantai sangkar budidaya ayam tetap kering dan tidak becek.